Tidak Ada Pengakuan Jadi Pangkal Derita Muslim Rohingya

1344714204-muslims-rally-to-stop-violence-against-rohingya-in-burma--berlin1381718 Komentar saya tentang Rohingya di Koran Jurnal Nasional, Selasa 31 Juli 2012)

Jurnas.com | PEMERINTAH Myanmar dinilai sengaja membiarkan pembantaian terhadap muslim Rohingya. Sikap tidak mengakui mereka sebagai warga asli Myanmar menjadi pangkal aksi kekerasan terhadap mereka.

”Fakta sejarah menyebut keberadaan mereka sudah ada jauh sebelum Myanmar merdeka pada 4 Januari 1948 dari Britania Raya,” kata pengamat hubungan internasional dari The Asrudian Center (TAC), Asrudin, kepada Jurnal Nasional, saat dihubungi, Selasa (30/7).

Dengan tidak mengakui warga Rohingya sebagai warga asli, seakan-akan junta militer berhak melakukan pengusiran atau bahkan membunuhnya sekaligus. ”Bahkan tokoh HAM dan demokratis Myanmar Aung San Suu Kyi pun memilih diam, tanpa melakukan aksi apapun dalam merespons masalah Rohingya,” katanya.

Apalagi dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan terus meningkat antara etnik Rakhine yang beragama Buddha dan minoritas Rohingya yang muslim. Pemicu ketegangan ketika ada klaim tiga orang warga muslim Rohingya memerkosa seorang perempuan Budha,” katanya.

Tetapi, menurutnya, klaim itu tidak memiliki bukti sama sekali dan hanya bersifat tuduhan sepihak. Indonesia bisa membawa masalah Rohingya ini ke forum ASEAN. Di forum ini, negara-negara ASEAN bisa leluasa melakukan upaya diplomatik dengan pemerintah Myanmar untuk mencari solusi yang konstruktif.

”Tak perlu menyinggung Myanmar karena terbentur prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara anggota,” katanya. Jika itu tidak juga bisa dilakukan, ASEAN dapat berperan dari segi kemanusiaan.

Yakni dengan memberikan bantuan pasokan makanan, pakaian, dan tenda untuk tempat berteduh bagi muslim Rohingya yang berhasil melarikan diri dari tindakan pembantaian di Myanmar. ”Sebagian besar dari mereka saat ini bertahan di tempat penampungan di Distrik Cox Bazaar, Bangladesh. Mereka dalam kondisi memerihatinkan,” katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s