Perang Opini Iran Versus Arab Saudi

maxresdefault

Oleh Asrudin Azwar (Tulisan ini tidak pernah dipublikasikan media manapun)

Sebagaimana diketahui bersama, setelah ulama Syiah terkemuka Nimr Baqr al-Nimr dieksekusi mati pada awal tahun 2016 (2/1), hubungan Iran dengan Arab Saudi semakin memanas.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mengecam eksekusi tersebut. Kedutaan Besar Saudi di Teheran bahkan sempat diserang pengunjuk rasa yang marah dengan keputusan eksekusi tersebut. Tak mau kalah, Saudi pun langsung membalasnya dengan  memutus hubungan diplomatik kedua negara.

Memburuknya hubungan kedua negara ini semakin melengkapi perseteruan mereka dalam sejumlah konflik kawasan beraroma geopolitik, seperti yang terjadi di Suriah dan Yaman. Uniknya, menyitir Fawaz Gerges (kepala kajian Timur Tengah pada London School of Economics), kedua Negara itu justru sama-sama memosisikan diri sebagai korban dalam ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah. Continue reading

Iran, Antara Rouhani dan Zarif

rouhani-zarif_ll_2

Oleh Asrudin Azwar (Tulisan ini pernah dimuat Koran Jawa Pos, 20 Januari 2016).

Memasuki tahun 2016 ini, Iran akhirnya berhasil menapaki babak baru dalam arena internasional. Di tengah perselisihannya dengan Arab Saudi, Iran justru dibebaskan dari sanksi ekonomi negara-negara besar selama 14 tahun lamanya. Berbarengan dengan dicabutnya sanksi ekonomi itu, Iran mengumumkan pembebasan lima warga Amerika Serikat, termasuk wartawan Washington Post Jason Rezaian, sebagai bagian dari pertukaran tawanan dengan AS.

Pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran itu dilakukan setelah negara tersebut mematuhi perjanjian internasional untuk mengendalikan program nuklirnya. Sebagaimana diakui oleh Badan Energi Atom Perserikatan Bangsa-Bangsa (IAEA) pada 16 Januari 2016, bahwa Iran telah merampungkan segala langkah yang diperlukan untuk menerapkan kesepakatan nuklir. Kesepakatan nuklir itu terkait dengan pemangkasan jumlah sentrifugal dan membongkar reaktor air berat di dekat kota Arak, Iran.

Itu artinya, Iran telah menjalankan semua kesepakatan yang diminta kelompok negara-negara besar  (P5 + 1), yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina dan Rusia ditambah Jerman pada Juli 2015. Tak heran jika kemudian Amerika Serikat mencabut sanksi perbankan, baja, pengapalan, dan sanksi-sanksi lainnya atas Iran. Uni Eropa juga memulai proses pencabutan sanksi atas Iran. Continue reading

Melawan Terorisme

teroris-sarinah

Oleh Asrudin Azwar (Tulisan ini tidak pernah dimuat media manapun)

Kamis (14/01/2016) pagi, kabar mengejutkan datang dari gedung Sarinah. Gedung yang berada di Jl. M. H. Thamrin No. 11 Jakarta Pusat itu dikagetkan dengan beberapa ledakan bom. Ledakan itu mengakibatkan pos polisi yang ada di perempatan Sarinah hancur. Selain ledakan, insiden baku tembak antara aparat keamanan dan para pelaku teror juga terjadi di sekitar kawasan Sarinah.  Insiden tersebut telah menyebabkan Tujuh orang tewas (5 orang pelaku ledakan, 1 orang warga sipil, 1 orang warga Belanda) dan 24 lainnya luka-luka.

Tak lama setelah insiden peledakan terjadi, Kelompok militan Islamic State Iraq and Syria (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas aksi teror bom tersebut. Pernyataan itu disampaikan media propaganda ISIS, Aamaq, melalui saluran Telegram.  Aamaq menuliskan, pejuang ISIS telah menjalankan serangan bersenjata pagi ini menyasar warga asing dan pasukan keamanan yang melindungi mereka di ibu kota Indonesia. Pengakuan ISIS itu semakin menegaskan dugaan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian,  yang menyebut pelaku teror di Sarinah ini merupakan kelompok Bahrun Naim yang diduga berada di Suriah. Bahrun Naim, sebutnya, ingin menjadi ketua ISIS jaringan Asia Tenggara dengan mendirikan Katibah Nusantara.

Mengingat kini Indonesia telah menjadi target aksi teror ISIS, adalah penting untuk memahami tujuan kelompok teror tersebut dan bagaimana cara melawannya. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengupas kedua hal itu, agar ke depan bangsa ini memiliki daya tahan yang tangguh ketika menghadapi insiden-insiden teror lainnya. Continue reading